PERDANA : FIKES UNITRI GELAR PELATIHAN PRECEPTORSHIP

14 August 2021

MALANG – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang menggelar pelatihan preceptorship, Rabu-Kamis (11-12/08). Kegiatan perdana yang diselenggarakan melalui daring ini bekerjasama dengan Asosiasi Institusi Pendidikan Ners (AIPNI) dan diikuti lebih dari 40 peserta yang berasal dari Dosen CI dan beberapa Rumah Sakit maupun Puskesmas.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana Kegiatan, Yanti Rosdiana, S.Kepp., Ns., M.Kep.

“Peserta kegiatan ini diantaranya  RS Tentara Dr Soepraoen, RSUD Mardi Waluyo Blitar, RSUD Pasuruan, RSUD dr Mohamad Saleh Probolinggo, RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, RSU Karsa Husada Batu, hingga RSJ Dr Radjiman Wedidiningrat Lawang. Tak ketinggalan, dua puskesmas yakni Puskesmas Dau dan Puskesmas Bantur.”

Rumah Sakit dan Puskesmas tersebut memang telah memiliki kerjasama yang kuat dengan FIKES UNITRI Malang. Karenanya, diharapkan ketika mahasiswa terjun ke lahan pada saat praktikum, mereka mendapatkan persepsi yang sama antara CI institusi dengan CI di wahana tersebut.

Seperti diketahui, Keberadaan instruktur/pembimbing klinik yang baik, rumah sakit pendidikan yang memadai, dan perawat rumah sakit yang mengembangkan budaya komunitas professional keperawatan akan menjadi fasilitas utama dalam penyelenggaraan pembelajaran klinik. Beberapa cara diketahui dapat digunakan oleh pemegang kepentingan terkait dalam mewujudkan pembelajaran klinik yang ideal, seperti mentoring, fasilitasi, preseptorsip, dan teman sebaya. Di antara keempat metode tersebut, preseptorsip dianggap ideal untuk membantu peserta didik di lahan klinik.  Dalam mewujudkan pembelajaran klinik yang ideal menggunakan metode preseptorsip, diperlukan adanya perawat klinik yang berperan sebagai preseptor.

“Jadi output dari kegiatan ini adalah cara metode pembelajaran menjadi preseptor, sedangkan mahasiswa sendiri Namanya adalah presepti. Kami juga siapkan 2 pemateri untuk kegiatan ini.”

Kegiatan Pelatihan preceptorship FIKES ini menghadirkan Dr.M.Hdi, M.Kep yang memaparkan terkait kebijakan, model bimbingan Pendidikan klinik keperawatan dengan model preceptorship , implementasi program preceptorship pada Pendidikan klinik keperawatan dan penyusunan kontrak belajar klinik. Selain itu, pada hari kedua, Prof Dr Nursalam, M.Nurs (Hons) dihadirkan untuk berbicara terkait penerapan model Pendidikan klinik berdasarkan standart SNRS IPKP, evaluasi Program pembelajaran klinik, pengarahan penerapan praktikum penyusunan scenario bimbingan preceptorship, penerapan praktikum klinik: scenario praktikum implementasi preceptorship, paparan tugas dan diskusi, hingga evaluasi kegiatan.

Kegiatan Preceptorship memang baru kali pertama terselenggara di FIKES UNITRI, tetapi sebenarnya telah diprogramkan lama oleh Program studi Pendidikan Profesi Ners. Mengingat pandemic dan beberapa kendala, akhirnya prodi harus melakukan penyesuaian sehingga baru pada tahun ini pelatihan seperti ini dapat terealisasi.

Kepala Program studi Pendidikan Profesi Ners, Rachmat Chusnul Choeron, Ns., M.Kep, menambahkan, pelatihan semacam ini akan direncanakan terselenggara setiap tahun untuk mahasiswa alih jenjang.

“Kita liat kondisinya ke depan bagaimana, tapi bila seandainya nanti ada mahasiswa alih jenjang yang bersedia, selanjutnya akan ada pelatihan preceptorship bagi mereka.”

Tujuan dari pelatihan ini, lanjutnya, adalah untuk mengsukseskan atau untuk menunjang pembelajaran profesi di rumah sakit karena perceptorsif itu tidak terlepas dari peran pembimbing di rumah sakit sehingga bagaimana caranya agar mahasiswa yang sedang praktek perceptorsif itu bisa mencapai kompetensi yang diharapkan. Hal ini membutuhkan satu kesamaan dalam pembelajaran terhadap mahasiswa. Selanjutnya,  tim juga akan melakukan follow up bagi mereka yang sudah mengikuti pelatihan untuk menjadi CI atau menjadi pendidik klinik di rumah sakit bagi mahasiswa-mahasiswa profesi ners yang akan ditempatkan di rumah sakit yang bersangkutan. Harapannya, nanti bisa membimbing mahasiswa UNITRI dan turut mendidik mahasiswa dengan baik sehingga kompetensi yang kita harapkan bisa tercapai. (HUMAS)

Posted in Berita by Swaidatul Masluhiya AF

Leave a Comment