11 MAHASISWA PRODI KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS UNITRI IKUTI KEGIATAN KAMPUS LACAK COVID-19 KEMENDIKBUD DAN KEMENKES RI

27 April 2021

Malang- sebanyak 11 Mahasiswa Program Studi Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang berhasil lolos dalam Kegiatan Kampus Lacak Covid-19 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Setelah mendaftar dan mengikuti seleksi, ke-11 mahasiswa akan membantu kinerja Puskesmas untuk melakukan pelacakan Covid-19 selama 3 bulan di wilayah terdekat yang telah di pilihnya.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Program Studi Keperawatan, Sirli Mardianna Trishinta, S.Kep., Ns., M.Kep di ruangannya.

“Program ini memang dikhususkan untuk mahasiswa dan dosen di bidang Kesehatan baik Keperawatan maupun ners. Tujuannya karena adanya urgensi dari pandemi Covid-19 yang belum berakhir ini diperlukan penguatan di masyarakat. Respon mahasiswa saat dilakukan sosialisasi sangat antusias untuk mengikuti kegiatan ini.”

Terdapat dua bidang minat yang dapat diikuti oleh mahasiswa saat mendaftar yakni sebagai Data Manager dan Contact Tracer. Sementara pendaftaran, seleksi dan upload dokumen dilakukan secara personal oleh mahasiswa melalui akun yang telah disiapkan. Adapun 11 mahasiswa yang lolos yakni di minat data manager ialah Randa dan Anggi Nurwulandari, sedangkan untuk bidang contact tracer terdiri dari Frengky Pandjara, Yesita Dangga Lero, Yulfia Yusni Lende, Jefri Kabukut Ndatang, Helmi Pade, Nurheni, Olviana Claudia Bili, Isabel Fatima Soares, dan Olvy Oriska Oktaviani.

Dimulai pada akhir bulan April 2021, selama tiga bulan nanti, mahasiswa melakukan kegiatan di Puskesmas terdekat maupun menyesuaikan dengan Puskesmas di daerah mahasiswa bersangkutan.

Sirli berharap dengan adanya program kampus Lacak covid-19 ini mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman yang baru sehingga sangat bermanfaat sekali bagi mahasiswa keperawatan dan masyarakat bisa lebih berdaya dan mandiri terhadap covid-19 tersebut. Mahasiswa yang lolos kegiatan ini akan mendapatkan sertifikat dan SKS. Selain itu ia juga berpesan agar mahasiswa tetap semangat mengingat saat ini mahasiswa juga tengah menjalani kuliah sehingga tidak boleh ada yang diabaikan dari keduanya. (HUMAS)

Posted in Berita by Swaidatul Masluhiya AF

Leave a Comment